Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Alasan Dewas TVRI Pecat Helmy Yahya

Ada empat alasan utama Dewan Pengawas TVRI memecat Helmy Yahya.

Ahad 26 Jan 2020 05:20 WIB

Red: Andri Saubani

Alasan Dewas TVRI pecat Helmy Yahya.

REPUBLIKA.CO.ID, Dewan Pengawas (Dewas) TVRI telah resmi memecat Helmy Yahya dari jabatan direktur utama TVRI. Pada Selasa (21/1), Dewas TVRI memaparkan alasan mengapa mereka mengambil keputusan memecat Helmy.

Hak Siar Liga Inggris

Dewas TVRI menilai pembelian dan pembayaran hak siar Liga Inggris oleh TVRI kepada Mola TV tidak transparan. Dewas TVRI menilai Helmy tidak bisa menjelaskan sumber anggaran, pola kerja sama, perjanjian dan lain-lain terkait hak siar Liga Inggris. Dewas TVRI juga menilai, pembelian hak siar Liga Inggris akan berdampak pada besarnya utang yang akan ditanggung TVRI. Siaran Liga Inggris juga dinilai berdampak pada tidak maksimalnya program-program acara yang mencerminkan TVRI sebagai TV Publik.

Kuis Siapa Berani

Dewas TVRI juga menilai terjadi inefisiensi atas tayangan Kuis Siapa Berani. Kuis Siapa Berani menghabiskan anggaran Rp 146.533.000, per paket acara dan sudah berlangsung sebanyak 200 episode.

Honor Pegawai

Direksi TVRI pimpinan Helmy Yahya disebut sempat terlambat membayar honor Satuan Kerabat Kerja (SKK) ke karyawan dalam rentang waktu Mei-Desember 2018. Menurut Dewas TVRI, nilainya mencapai Rp 7,6 miliar. Kondisi itu menyebabkan banyak karyawan berutang hingga tak pulang ke rumah selama sepekan.

Rebranding TVRI

Rebranding TVRI juga dianggap tidak sesuai oleh Dewas TVRI. Pada 2019 dilakukan proses implementasi dan aplikasi proses rebranding dengan biaya menggunakan anggaran Direktorat Program dan Berita, Direktorat Pengembangan Usaha dan Direktorat Umum sebanyak Rp 8,2 miliar. Sebanyak 6,2 miliar dari Direktorat Program dan Berita itu, sebagian diperuntukkan untuk honor satuan kerabat Kerja SKK dan berdampak pada produksi siaran. Rerun (penayangan kembali) program non berita pun terjadi sekitar 50 persen dan inefisiensi program terjadi.

"Semua stasiun di dunia tentu ingin memiliki sebuah program killer content atau lokomotif konten yang membuat orang menonton. TVRI karena kepercayaan orang, karena jangkauan kami lima kali lipat dari TV lain, akhirnya kami mendapatkan kerja sama dengan Mola TV untuk menayangkan Liga Inggris," kata Helmy Yahya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

 

IN PICTURES