Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

3 Madrasah di Suriah Pencetak Sarjana Muslim

Suriah pernah menjadi pusat peradaban Islam pada Abad Pertengahan.

Jumat 24 Jan 2020 01:01 WIB

Red: Joko Sadewo

Sarjana muslim

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID, Suriah, pernah menjadi pusat peradaban Islam pada Abad Pertengahan. Di masa Dinasti Umayah, Damaskus yang kini menjadi ibu kota negara itu, adalah ibu kota Dinasti yang didirikan Muawiyah bin Abu Sufyan tersebut. Di masa keemasan Nuruddin Zanki, Suriah diposisikan sebagai mercusuar ilmu pengetahuan. Peradaban Islam pun tumbuh subur. 
Berikut ini sejumlah madrasah yang pernah eksis dan memiliki banyak pelajar di Suriah:
 
1.     Madrasah Ibnu Katsir
Majelis diasuh Abu al-Fida Ibnu Katsir. Lokasinya berada di Busro, yang berdampingan dengan Masjid Mubarak an-Naqah. Konon, di lokasi masjid ini berdiri, unta kendaraan Rasulullah SAW diberkati ketika dalam perjalanan menuju Syam. Karya Ibnu Katsir yang cukup fenomenal adalah Tafsir al-Qur’an al-Adhim. Tokoh kelahiran Busra, Suriah pada 1301 M ini mengajar muridnya dengan bersila.

2.     Sekolah Formal Nurudddin Zangi
Didirikan penguasa Suriah, Nuruddin Zanki, pada 1167 M. Letaknya berada tak jauh dari Pasar Khayattin. Sekolah ini dikategorikan sebagai sekolah formal terlengkap pertama yang pernah eksis di Suriah.

3.    Al-Firdaus, Madrasah Perempuan
Didirikan Daifa Khatun, istri Gubernur Alepo, al-Zahir Ghazi pada 1235. Lembaga pendidikan yang berlokasi di barat daya Bab al-Maqam, Alepo Suriah ini, biaya operasionalnya diatur melalui donasi yang dikelola langsung oleh Daifa. Sekolah ini juga membuka kesempatan bagi para perempuan untuk ikut belajar. Al-Firdaus adalah sekolah terbesar dan paling bergengsi ketika itu yang merupakan sumbangsih Dinasti Ayubiyah.

Pengolah: Nashih Nashrullah
Sumber: dari berbagai sumber

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

 

IN PICTURES