Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Menguak Skandal Garuda

Skandal Garuda menyeret sejumlah direksi, termasuk Direktur Utama Ari Askhara.

Senin 16 Dec 2019 04:16 WIB

Red: Friska Yolanda

Skandal Garuda

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, 15 November 2019

Garuda Indonesia mengirim surat ke Bea Cukai terkait kedatangan pesawat baru berjenis Airbus A300-900 Neo. Pesawat izin parkir di depan Garuda Maintenance Facility (GMF). Biasanya, pesawat baru merapat ke belalai.

 

 

17 November 2019

Pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung menuju hanggar empat GMF. Petugas Bea Cukai sudah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

 

Jumlah penumpang di daftar berjumlah 32 orang, terdiri dari 22 penumpang dan 10 awak kabin. Dalam penerbangan tidak membawa kargo apapun.

 

Di kabin pesawat, petugas pemeriksa tidak menemukan barang-barang. Di lambung pesawat, petugas mendapati 20 unit koper yang berisi keperluan selama perjalanan. Di tempat yang sama, ditemukan 18 koli berisi onderdil sepeda motor, dua sepeda merek Brompton dan aksesorisnya.

 

Sebanyak 15 koli berisi onderdil Harley dengan claim tag atas nama SAW. Sisanya 3 koli berisi sepeda dengan claim tag LS.

 

Atas temuan ini, Bea Cukai menyebutnya sebagai pelanggaran Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

 

 

4 Desember

Menteri BUMN meminta oknum penyelundup sepeda motor untuk mengaku atau jabatannya dicopot.

 

 

5 Desember

Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN dan Bea Cukai menggelar konferensi pers terkait penemuan di pesawat Garuda. Pemerintah benarkan adanya upaya penyelundupan. Komite audit menyatakan motor dimiliki oleh Direktur Utama Garuda Ari Akhsara.

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Harley Davidson yang diselundupkan bertipe Shovelhead keluaran tahun 1970-an yang diperkirakan bernilai sekitar Rp800 juta, sementara sepeda Brompton bernilai Rp 50 juta per unit. Potensi kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar.

 

Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Jabatan Dirut Garuda Ari Akhsara.

 

 

9 Desember

Empat direktur Garuda Indonesia yang diduga terlibat dalam penyelundupan Harley dicopot. 

-Direktur Operasi Garuda Indonesia Bambang Adisurya Angkasa

-Direktur Kargo Dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad lqbal

-Direktur Teknik Dan Layanan Garuda Indonesia lwan Joeniarto

-Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar

 

 

10 Desember

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan direksi baru akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Januari 2020.

 

 

12 Desember

Jajaran komisaris Garuda Indonesia mencopot eks direksi Garuda yang bermasalah dari jabatannya sebagai komisaris di anak dan cucu usaha.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA