Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Jenis Pelecehan Seksual di Transportasi Umum

Pelecehan mulai dari verbal seperti siulan, fisik, hingga dipertontonkan.

Selasa 10 Dec 2019 15:22 WIB

Red: Ratna Puspita

Jenis Pelecehan Seksual di Transportasi Umum

Foto: REPUBLIKA/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, Survei Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) pada 2018:

Responden 62.224 orang.

46,80 persen responden pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi umum.

Transportasi umum yang dilaporkan terjadi pelecehan:

  • Bus 35,8 persen
  • Angkot 29,49 persen
  • KRL 18,14 persen
  • Ojek daring 4,79 persen
  • Ojek konvensional 4,27 persen

Pelecehan perempuan:

  • Bus 35,45 persen
  • Angkot 30,01 persen
  • KRL 17,79 persen

Pelecehan laki-laki

  • Bus 42,89 persen
  • KRL 24,86 persen
  • Angkot 19,65 persen

Pelecehan dalam bentuk fisik, seperti diraba atau digesek-gesek dengan alat kelamin saat menggunakan transportasi umum. 

Pelecehan verbal mulai dari siulan, suara kecupan, komentar atas tubuh, komentar seksual yang gamblang, komentar seksis, main mata, difoto sembunyi-sembunyi, komentar rasis, diintip, diklakson, gestur vulgar.

Pelecehan berupa dipertontonkan masturbasi publik, diadang, diperlihatkan kelamin, didekati dengan agresif terus menerus, dikuntit, hingga disentuh, diraba, dan digesek menggunakan alat kelamin. 

40,5 persen responden yang mengaku mengalami pelecehan seksual mengaku, mayoritas saksi yang ada di sekitar mereka masih banyak yang mengabaikan kejadian pelecehan itu. 

14,8 persen responden mengaku ada saksi yang justru semakin memperparah keadaan dengan menertawai atau menyalahkan korbam saat melihat pelecehan terjadi.

Sebesar 36,5 persen responden mengaku ada saksi yang menolong dan membela korban. Terdiri dari: 22,9 persen mengonfrontasi pelaku secara langsung (direct), 25 persen mengalihkan perhatian pelaku (distract), 33,9 persen memastikan korban tidak apa-apa (delay), dan 13,4 persen mencari bantuan pihak ketiga atau (delegasi).

Jika Anda menyaksikan pelecehan seksual di ruang publik, cara yang dapat dilakukan ialah 5D:

  • direct atau mengonfrontasi pelaku secara langsung
  • distract atau mengalihkan perhatian pelaku,
  • delay atau memastikan korban tidak apa-apa,
  • delegasi atau mencari bantuan pihak ketiga, dan
  • dokumentasi.

Sumber: Republika.co.id

Pengolah data: Ratna Puspita

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA