Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Ulah Kontroversial Sukmawati Soekarnoputri

Sukmawati dilaporkan karena dituduh melakukan penistaan agama.

Selasa 26 Nov 2019 10:17 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Sukmawati Soekarnoputri

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Sukmawati Soekarnoputri kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini ia membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Bung Karno. Sukmawati membantah telah melakukan penistaan agama, dan menyebut video yang viral telah diedit. Namun sejumlah laporan telah masuk ke kepolisian. Kasus ini pun masuk dalam penyelidikan.

Bukan kali ini saja Sukma berulah kontroversial. Berikut sejumlah pernyataan dan ulah kontroversial Sukmawati yang jadi perbincangan publik. 

1. Adzan dan Kidung

Dalam acara 29 tahun Anne Avantie berkarya di Fashion Week pada April 2018 lalu, Sukmawati membaca puisi berjudul 'Ibu Indonesia'.. Dalam salah satu bait puisinya, Sukmawati menuliskan, "Yang kutahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan azanmu."  Sukmawati dilaporkan ke polisi. Namun ia menyangkal bermaksud merendahkan adzan.


2. Konde dan Cadar

Masih dalam acara 29 tahun Anne Avantie berkarya di Fashion Week pada April 2018 lalu, Sukmawati juga menuliskan bait kontroversi soal cadar.  "Aku tak tahu Syariat Islam, Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah, Lebih cantik dari cadar dirimu."

3. Nabi Muhammad dan Soekarno

Ucapan membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden pertama Indonesia, dilontarkan oleh Sukmawati dalam sebuah diskusi bertajuk "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme". Dalam diskusi itu, Sukmawati mengungkit perjuangan Bung Karno memerdekakan Indonesia dari penjajahan Belanda.

"Sekarang saya mau tanya nih semua, yang berjuang di abad 20 itu Nabi Yang Mulia Muhammad apa Insinyur Sukarno untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan ibu ini," tanya Sukmawati.

4.  Melaporkan Habieb Rizieq

Sukmawati melaporkan HRS ke Bareskrim pada 27 Oktober 2018. Sukmawati menuding HRS telah melecehkan Pancasila dan Soekarno yang juga bapaknya. Surat penghentian penyidikan kasus ini keluar pada akhir Februari 2018.


5. Ijazah Palsu

Sukmawati dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan ijazah palsu pada 4 November 2008. Ia dilaporkan Bawaslu karena diduga telah memalsukan ijazah SMA 3 Jakarta untuk memenuhi syarat calon anggota legislatif. Saat itu ia menjadi ketua umum PNI Marhaenisme.

Sumber : Republika/Berbagai sumber diolah
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

 

IN PICTURES