Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Habibie, Tokoh Segudang Prestasi dan Penghargaan

Habibie telah memberi kontribusi besar dalam pembangunan bangsa.

Jumat 13 Sep 2019 00:32 WIB

Red: Joko Sadewo

Jejak BJ Habibie

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID, Habibie Tokoh Segudang Prestasi dan Penghargaan

Habibie merupakan tokoh segudang prestasi dan penghargaan. Habibie tetap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. Berikut adalah perjalanan Habibie mulai lahir hingga saat ini.

25 Juni 1936        
BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan.
1950
Ayah Habibie meninggal dunia.
1952
Menjadi pelajar SMA di Bandung.
1954
Belajar di Institut Teknologi Bandung.
1955-1965
Melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi
pesawat terbang, di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman
pada 1955, Jerman Barat.

1960
Menerima gelar diploma ingenieur .

1962
Menikahi teman SMA-nya, Hasri Ainun Besari.

1965
Menerima gelar doktor ingenieur dengan predikat summa cum laude.
Menjadi assistant research scientist Institut Konstruksi Ringan Technische Hochschule Aachen.
Bekerja di industri kereta api jerman, Firma Talbot.


1965 – 1969
Bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm  atau MBB Hamburg
sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur
Pesawat Terbang.

1968
Mengundang sejumlah insinyur  untuk bekerja di industri pesawat
terbang Jerman. Sekitar 40 insinyur Indonesia akhirnya dapat bekerja di
MBB atas rekomendasi Pak Habibie.

1969-1973
Menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri
pesawat terbang komersial dan militer di MBB.

1973-1978
Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB.

1973
Menerima pesan Presiden Soeharto yang disampaikan kakak ipar
Habibie Brigjen Subono Mantofani, Habibie harus bersiap–siap pulang ke
Tanah Air.

1974      
Kembali ke Indonesia.Menjadi penasihat pemerintah bidang teknologi pesawat
terbang dan teknologi tinggi.

1978     
Melepas jabatan direksi MBB.
Menjadi Penasihat Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB.
Menjadi menteri riset dan teknologi.
Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Ketua Dewan Riset Nasional.
Dirut PT PAL Indonesia.
Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam.

1980 - 1998   
Menjadi Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan dan Keamanan.

1982 – 1988   
Anggota MPR dari Golkar.

1983        
Menjadi Anggota Dewan Pembina Golkar.

1983 – 1989   
Kepala Dewan Pengelola Industri Strategis.

1983 – 1998    
Dirut PT Pindad.

1984 – 1998   
Ketua Dewan Riset Nasional.

1985
Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia.

1987
Ketua Tim Pengarah Proyek Pengembangan Pembangkit Tenaga Listrik.

1988       
Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.

1989       
Ketua Badan Pengelola Industri Strategis.

1990       
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia.

1991       
Ketua Komisi Ilmu Rekayasa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.

1992        
Penasihat Badan Pengembangan Wallacea.

1993        
Ketua Institut Aeronautika dan Astronautika Indonesia.
Ketua Dewan Penasihat Center for Information and Development Studies.

1994       
Anggota Dewan Penyantun Institut Teknologi Indonesia.


1995
Ketua Tim Pelaksana Proyek Natuna.

1997
Presiden Islamic International Forum for Science, Technology, and Human Resources Development (IIFTIHAR).

1998       
Wakil Presiden Indonesia.
Presiden Indonesia.

1999       
Tak lagi mencalonkan diri sebagai presiden.


2000       
Beraktivitas di Jerman


2004        
Penasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono


2005
Komisaris Utama dari PT Regio Aviasi Industri,
perusahaan perancang pesawat terbang R-80


Sumber: berbagai sumber, Pengolah: Tim Republika

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

 

IN PICTURES