Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Perjalanan Sosok Kharismatik Kiai Maimun Zubair

Pada umur 21 tahun Kiai Maimun belajar ke Makkah Mukaromah.

Rabu 07 Agu 2019 07:43 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kiai Haji Maimun Zubair.

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Ulama kharismatik Kiai Maimun Zubair telah berpulang. Mbah Moen, sapaan akrabnya, wafat di Makkah saat sedang melaksanakan ibadah haji, Selasa (6/8). Kiai Maimun merupakan ulama yang berpengaruh di Tanah Air.

Ia sangat dihormati di massa akar rumput hingga elite. Tokoh nasional seperti mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden pejawat Joko Widodo termasuk tokoh yang pernah menyambanginya. Berikut sosok Kiai Maimun Zubair.


Tempat Tanggal Lahir

Kiai Maimun Lahir di Sarang, Rembang pada 28 Oktober 1928

Kedalaman Ilmu Sang Ayah

Ayah Kiai Maimun adalah Kiai Zubair yang juga murid dari Syeikh al-Yamani serta Syeikh Hasan al-Yaman al-Makkay. Kiai Maimun belajar dari sang ayah selama 17 tahun.

Mengaji di Pesantren Lirboyo

Selain belajar dari orang tua Kiai Maimun juga meneruskan mengajinya di Pesantren Lirboyo di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim.

Belajar ke Makkah

Pada umur 21 tahun Kiai Maimun belajar ke Makkah Mukaromah. Di Makkah, Kiai Maimun mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Maysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly, dan beberapa ulama lainnya.

Mengaji ke Ulama Jawa

Kiai Maimun juga berguru ke ulama Jawa, seperti ke Kiai Baidhowi, Kiai Ma'shum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abul Fadhol Senori (Tuban), dan sejumlah kiai lainnya.

Menulis Kitab

Salah satu kitab yang ditulis Mbah Moen dan menjadi rujukan para santri adalah al-ulama al-Mujaddidun.

Kembangkan Pesantren

Pada 1965 Kiai Maimun istiqomah mengembangkan pesantren al-Anwar Sarang di tanah kelahirannya.

Anggota DPRD Rembang

Mbah Moen juga berkecimpung di dunia politik.  Pada 1974, ia menjabat sebagai anggota DPRD Tingkat II Rembang selama 7 tahun.

Anggota MPR

Mbah Moen juga  pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari PPP yang mewakili daerah Jawa Tengah selama tiga periode.

Ketua Dewan Syuro

Sebagai salah seorang pendiri, Mbah Moen sangat dihormati di PPP. Karena kearifannya ia diangkat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan atau Ketua Majelis Syariah PPP.


Sumber : Nu.or.id/berbagai sumber diolah
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA