Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Ketegangan di Teluk

Ketegangan di Teluk berawal saat Uni Emirat Arab mengatakan 4 kapalnya disabotase.

Selasa 06 Aug 2019 04:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ketegangan di Teluk.

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID,

12 Mei 2019
Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan empat kapalnya disabotase.

14 Mei 2019
Houthi di Yaman melancarkan serangan drone terhadap pipa minyak Arab Saudi.

16 Mei 2019
Saudi menyalahkan Iran atas serangan drone di pipa minyaknya.

19 Mei 2019
Sebuah roket mendarat di Kedubes AS di Baghdad. Tidak jelas siapa dibalik serangan, namun Presiden AS Donald Trump mencicit meminta Iran tidak mengancam AS.

24 Mei 2019
Wakil Laksamana senior Pentagon Michael Gilday mengatakan AS yakin Garda Revolusi Iran bertanggung jawab atas ledakan empat tanker di Teluk Oman

12 Juni 2019
Saudi mengatakan 26 orang terluka dalam serangan Houthi di bandara kota Abha.

13 Juni 2019
Dua kapal tanker dekat Selat Hormuz dilaporkan diserang. Salah satunya terbakar dan terkatung-katung. Sebanyak 44 pelaut dievakuasi dari kedua tanker dan dibantu AL AS.

20 Juni 2019
Garda Revolusi Iran mengatakan menembak jatuh drone 'mata-mata' AS yang diklaim terbang di ruang udara Iran. Militer AS mengonfirmasi insiden tersebut, namun mengatakan drone itu terbang di wilayah udara internasional.

21 Juni 2019
Trump dilaporkan mengizinkan militer menyerang Iran sebagai balasan atas penembakan drone. Serangan dibatalkan di menit-menit terakhir.

25 Juni 2019
Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani saling mengejek. Rouhani menyebut Trump menderita gangguan mental. Trump sekali lagi mengancam akan memusnahkan Iran.

5 Juli 2019
Iran memanggi Dubes Inggris terkait insiden di Gibraltar di mana Royal Marines menyita sebuah tanker yang Inggris duga membawa minyak ke Suriah.

8 Juli 2019
Badan Energi Atom Internasional memverifikasi Iran melanggar batas pengayaan uranium 3,67 persen.

11 Juli 2019
Pemerintah Inggris mengatakan kapal pengawal HMS Montrose memperingatkan tiga kapal Iran setelah berupaya mengganggu tanker minyak Inggris di Hormuz. Iran membantah keterlibatannya.

19 Juli 2019
Eskalasi meningkat, Iran menyita tanker berbendera Inggris Stena Impero di lepas pantainya. Pejabat Iran menyatakan penahanan itu balasan atas ditahannya supertanker Iran Grace 1 pada awal Juli.

Pengolah: Ani Nursalikah
Sumber: The Guardian

Sumber : Republika.co.id
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA