Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Artemis, Misi Kembali ke Bulan yang Menuai Kritik

AS mempercepat misi kembali ke bulan dari tahun 2028 menjadi 2024 melalui Artemis.

Selasa 23 Jul 2019 02:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Artemis, misi kembali ke bulan.

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID, Amerika Serikat memiliki misi ke bulan pada 2024 melalui Artemis. Artemis mendapat sambutan hangat dari banyak orang di AS tapi disambut skeptisisme dan kritik dari para pakar industri.

Yang harus dilakukan NASA
*Mempercepat pengembangan roket, biaya yang lebih tinggi, merekrut mitra sektor swasta.
*membangun stasiun ruang angkasa kecil dan pendaratan di bulan yang layak, uji teknologi, serta pelatihan bagi para astronaut.
*jaminan keamanan dalam mendaratkan astronaut
*jika memungkinkan mengirim perempuan pertama di dunia ini ke bulan.

 

Kendala:
*Sebagian besar perangkat keras yang dibutuhkan NASA untuk pendaratan di bulan dengan awak mengalami keterlambatan.
Roket baru NASA,  Space Launch System (SLS)  seharusnya siap uji pada 2017 ditunda hingga 2020.
*Pengembangan SLS sejauh ini menelan biaya 12,5 miliar dolar AS. Dalam laporan pengawasan pemerintah dilaporkan ada biaya hampir 2 miliar dolar AS.
*Perkiraan awal NASA adalah akan dibutuhkan tambahan 4 miliar hingga 6 miliar dolar AS per tahun di atas tunjangan tahunan 20 miliar AS.


Sejarah AS ke Bulan
Butuh waktu 7 tahun setelah pidato mantan presiden John F. Kennedy pada 1962 yang mengatakan bahwa Amerika akan pertama kali tiba di bulan. Hingga kemudian pendaratan Apollo pertama terjadi pada 1969.

AS berambisi mengalahkan Uni Soviet yang juga berusaha meluncurkan misi ruang angkasa ke bulan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA