Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Indonesia Menggugat Diskriminasi Uni Eropa

Pemerintah RI dan pelaku usaha siap membawa persoalan diskriminasi sawit ke WTO

Senin 08 Apr 2019 05:00 WIB

Red: Nidia Zuraya

Komoditas kelapa sawit Indonesia ditolak Uni Eropa

Foto: Tim Infografis Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Parlemen Uni Eropa (UE) tahun lalu mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan penggunaan crude palm oil (CPO) pada 2021 dengan alasan CPO bukanlah energi terbarukan yang ramah lingkungan. Meskipun akhirnya disepakati akan dilarang sepenuhnya pada 2030.

Keluarnya kebijakan tersebut menjadi ancaman serius bagi pasar CPO Indonesia dan juga Malaysia, dua negara yang menguasai 80 persen produksi CPO dunia. Pemerintah Indonesia dan pelaku usaha siap membawa masalah ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Volume Ekspor CPO dan Produk Turunannya 2018 (dalam juta ton):
Biodiesel: 1,56
Oleochemical: 1,12
CPO: 6,56
Refined CPO: 25,46

Pasar Ekspor CPO Indonesia 2018 (dalam juta ton):
India: 6,7
Uni Eropa: 4,7
China: 4,4
Afrika: 2,5
Pakistan: 2,4
Bangladesh: 1,4
Amerika Serikat: 1,2
Negara lainnya: 6,4

Sumber: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

 

IN PICTURES