Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Everest yang Mematikan

Dua dekade terakhir, rata-rata kematian pendaki di Gunung Everest enam orang.

Selasa 11 Jun 2019 04:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Everest yang mematikan.

Foto: Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID,

Dua dekade terakhir, rata-rata kematian pendaki di Gunung Everest enam orang. 

Sebanyak 11 orang dilaporkan hilang atau meninggal dalam beberapa pekan terakhir.

Di musim ini, Pemerintah Nepal mengeluarkan 381 izin mendaki. Namun, kenyataannya sekitar 600 orang mendaki bersama pemegang izin.

Padatnya pendaki menjadi penyebab kematian. Namun, ada faktor lain sebagai berikut.

Cuaca buruk imbas Siklon Fani.

Pemerintah Nepal menghentikan pendakian selama dua hari. Cuaca buruk berarti pemasangan tali untuk membantu pendaki tertunda, sementara pendaki terus berdatangan.

Buruknya manajemen kerumunan

Pendaki berpengalaman mengatakan, manajemen kerumunan tidak berjalan baik. Pada 23 Mei, sebanyak 250 pendaki berada di Gunung Everest.

Pendaki harus menunggu berjam-jam untuk naik dan turun gunung. Banyak dari mereka kelelahan dan tingkat oksigen rendah. Selain itu, pejabat komunikasi pemerintah yang seharusnya berada di gunung tidak menjalankan tugasnya.

Pendaki tidak berpengalaman

Jumlah pendaki yang tidak berpengalaman meningkat. Kebanyakan hanya memiliki satu sherpa per kelompok sehingga tidak cukup menangani saat ada situasi darurat.

Kompetisi antaroperator

Operator ekspedisi baru yang muncul menawarkan harga lebih murah sehingga memaksa operator lama menurunkan harga. Akibatnya, banyak operator mempekerjakan orang yang tidak berpengalaman untuk memandu pendaki.

Pengolah: Ani Nursalikah
Sumber: BBC

Sumber : Republika.co.id
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA